Kamis, 02 Maret 2017

Everyone Else is a Returnee - Bab 1

Everyone Else is a Returnee


Bab 1
I Live Alone [1]



Setelah tidur yang cukup, dia bangun dan menuju ke dapur, sebuah makanan yang telah disiapkan oleh si malaikat masih beruap diatas meja.

Sang malaikat tidak ada disana, tapi Yu Ilhan sudah tahu karna sebelumnya malaikat sudah berkata kalau dia tidak mau menemui Ilhan terlalu sering.

"Ini Enak."

Sekarang dia hidup sendiri, dia mudah tersentuh oleh hal yang sederhana. Terlebih lagi, bukanlah omong kosong belaka saat dia berkata makanan itu enak. Masakan yang lebih enak dari pada buatan ibunya. Dengan nutrisi seimbang dan juga lezat, makanan yang sempurna.

"Dan jika saja dia bisa menghasilkan banyak uang, maka dia adalah calon istri idaman nomor satu."

Siapa juga yang akan menikahi seorang malaikat? Malaikat yang lain, ah tentu saja begitu. - Dia memikirkan hal sederhana semacam itu, saat dia akan mencuci piringnya, secara perlahan piring itu menghilang. Mungkin mencuci piring juga bagian dari layanan.

Yu Ilhan mandi dan berganti baju sambil membayangkan dirinya digoda oleh malaikat, dan ketika dia memakai kaus kaki untuk pergi kuliah, dia teringat kalau tidak ada kuliah saat ini.

"Baiklah, kalau begitu.."

Apa yang harus dilakukan sekarang.
Jawaban segera muncul. Bukannya sang malaikat sudah berkata agar dia melatih tubuhnya? walaupun sel tidak menua tapi tetap saja aktif, jadi jika dia berlatih tentu hasilnya akan terlihat dalam tubuhnya.

Sebenarnya Ilhan malas untuk bergerak. Tidak berbakat dalam hal Atletik dan tidak punya pengalaman yang berhubungan dengan olahraga.

Ketika lomba lari estafet saat SMP, tongkatnya terlepas dari tangannya dan mengenai wig seorang guru bukan temannya - Satu yang dia ingat... pengalaman yang luarbiasa!!

Namun untuk menjadikan itu alasan layaknya seorang bocah dan menghindari latihan, kondisi saat ini terlalu serius.

Monster akan muncul 10 tahun lagi? Aku tidak bisa berlatih Mana seperti yang lain jadi aku harus melakukan segala cara agar bertambah kuat.

'Pergi ke Gym, eh...'

Sudah diputuskan. Yu Ilhan berdiri dan mengepalkan tangan. Dia memutuskan untuk melatih tubuhnya, jadi sekarang waktunya mencari cara agar latihan lebih efisien.

Setelah mencari tahu cara untuk melatih otot, dia membungkus makanan yang ada dimeja dan pergi. Gym disekitar sana terbuka dan bermacam-macam alat kebugaran menyambut Yu Ilhan.

"Fuu."

Yu Ilhan, sedikit demi sedikit termotivasi dan mulai mengayuh sepeda untuk membakar lemaknya.
Perubahan tubuh Yu Ilhan sudah dimulai.

Yu Ilhan pergi ke gym tanpa mengeluh sama sekali.
Selama 3 tahun.

[Apa kau benar-benar manusia masa kini? Bagaimana bisa kamu melakukan hal yang sama selama 3 tahun?]

Titik dimana sang malaikat mulai muncul dan bertanya padanya.

"Bukannya aku harus melakukannya?"

[Ah, Benar.]

"Itulah kenapa aku melakukannya. Semuanya tidak berbeda dengan belajar selama 3 tahun di SMA."

[……]

Sang malaikat menatap Yu Ilhan layaknya melihat monster.
Persis seperti yang malaikat katakan, dia tidak menua tapi tubuh Yu Ilhan setelah mengkonsumsi makanan bergizi dan berlatih terus, dia terlihat seperti pelatih kebugaran  yang sering muncul di TV. Yah tidak mengherankan karna dia tidak melakukan hal lain selain berlatih sepanjang hari.

[Kamu tidak seperti manusia pada umumnya. Sekarang aku tahu mengapa kamu memiliki tehnik persembunyian yang bisa bersembunyi dari pandangan Dewa.]

"Jangan berkata seolah semua salahku!!!"

Dan dia terus ke gym selama 2 tahun lagi. Waktu yang dijanjikan sang malaikat adalah 10 tahun jadi masih ada 5 tahun tersisa. Pada titik ini dia mulai bosan terus pergi ke gym setiap hari.

"Aku harus belajar seni beladiri dan mengunakan senjata juga kan?"

[Disini tidak ada seorang pun yang bisa mengajarimu.]

Meski dia berkata tidak akan sering menemuinya, dia mulai menunjukan diri lebih sering dan mulai tidak terlalu formal pada Yu Ilhan. Jika bukan karna mempertimbangkan sayap yang ada dipunggungnya, dia sudah seperti layaknya seorang kakak yang cantik, yang tidak begitu memperhatikan sikapnya lagi.

"Aku tidak tahu, tapi internet dan sumber listrik masih bisa aktif jadi aku harus belajar sendiri dari melihat video di y**tube atau sejenisnya."

[Hmm.. waktu juga masih berhenti.]

"Alasan yang tepat bukan?"

[Yup.]

Yu Ilhan berhenti menatapnya dan berpikir.

"Jika kamu punya satu saran, kira-kira apa?"

[Vale Tudo dan Keahlian Tombak. Karna aku tidak tahu apapun tentang berlatih dengan tombak, latihlah dasarnya sampai kamu mati.]

"Aku hanya meminta satu saja!!"

[Masih ada 5 tahun kan? latih saja dasar-dasarnya dari keduanya.]

Dan apa? Vale Tudo adalah beladiri yang sistematis?!! Yu Ilhan yang akan segera mengeluh pada malaikat merubah pikirannya saat melihat wajah serius malaikat. Sepertinya malaikat sedang tidak bercanda. Dia menyarankan seni beladiri yang akan membantunya ketika terjadi Great Cataclysm.

Tidak ada pilihan lain. Jika itu saran dari seorang malaikat, dia harus mengikutinya. Yu Ilhan meyakinkan diri dan berdiri. Gerakan tubuh yang ringan. Perubahan pada tubuhnya sudah terasa.

Awalnya dia merasa sedih dan kesepian, tapi setelah waktu berlalu dia mulai terbiasa. Bukankah kemampuan menyesuaikan diri seorang manusia itu luarbiasa?

Makan dan tidur yang layak. Terlebih lagi ada seorang malaikat yang menemaninya dari waktu ke waktu. Dan seketika itu dia teringat pada ibunya, dia merasa sedih seketika.

'Aku harus bertahan selama 5 tahun, hanya 5 tahun. Mari bertahan sampai saat itu.'

Dengan keyakinan seperti itu, dia duduk didepan komputer. Dia berpikir Vale Tudo dan Keahlian Tombak susah diperlajari bila hanya dari internet, tapi dia memiliki waktu 5 tahun. Dia yakin dia mampu menguasainya jika hanya dasar-dasarnya saja.

2 tahun pertama tantangan dan masalah sering muncul. Dia tetap melatih tubuhnya tapi bagi Yu Ilhan yang tidak suka berinteraksi dengan orang lain, Vale Tudo seperti pacar baginya. Pacar yang hanya ada dilayar monitor.

Berbeda dengan keahlian tombak yang menunjukan beberapa perkembangan. Yu Ilhan yang tidak tahu betul apa itu seni beladiri, dia menggunakan tongkat kayu panjang sebagai tombak dan mengulangi pergerakan menusuk, mengayunkan dan memblokir. Tapi setelah 1 tahun dan kemudian 2 tahun berlalu tombaknya semakin bertambah berat. Yu Ilhan mendapat sedikit pencerahan.

'Seni beladiri sama dengan belajar.'

Dari yang tidak bisa menjadi bisa ketika terus mengulangi gerakan. Alasan dia semakin yakin. Sama seperi belajar, melatih tubuhnya dan begitu juga dengan keahlian tombak.

Jadi, bukankah Vale Tudo juga sama seperti itu? Yu Ilhan yang berhasil menemukan inti dari seni beladiri mulai mencari buku dan video lebih rajin lalu mulai menerapkannya dalam Vale Tudo dan Keahlian Tombak.

Ketika dia mulai memutuskan dan melakukannya, ada beberapa perkembangan. Pertama, Vale Tudo pada dasarnya tehnik bertarung untuk membunuh lawan tanpa aturan tertentu. 

Dia mencari buku dan video tentang seni beladiri lain dan menerapkannya. Yu Ilhan sedikit demi sedikit mulai melihat hasilnya.

Keahlian tombak juga - Dia mulai dia mulai melatih tubuhnya bukan hanya gerakan menusuk dan mengayun.

Gerakan sebelum serangan, sesudah serangan. Gerakan yang menambah kekuatan serangan. Setiap langkahnya berubah dan tombaknya bergerak sesuai keinganannya. Sebuah perubahan positif.

Otot Yu Ilhan yang berkembang tidak normal, berkembang lebih ke arah tubuh tempur bukan seni beladiri. Saat dimana 8 tahun berlalu setelah dia ditinggalkan, sang malaikat terkejut melihat perubahaannya.

[Kamu tidak mengkonsumsi obat tertentu kan?]

"Kau meragukan usahaku?!"

[Benar-benar manusia yang luar biasa. Atau mungkin memang semua manusia seperti ini?]

"Tinggalkan aku sendiri."

Satu-satu masalah Yu Ilhan adalah tidak memiliki lawan. Dia harus bertarung dengan orang lain agar tahu seberapa baik tehniknya, apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki. Berapa lama lagi dia harus melawan karung berisi pasir?

Ditahun ke 9 setelah ditinggalkan dan 4 tahun berlatih beladiri, Yu Ilhan berpikir. Dia sudah semakin yakin dengan tehniknya.
Melawan orang lain - Jika ini dia 9 tahun lalu, dia akan ketakutan dan kabur. Atau menelpon polisi.

[Kau tahu?]

Dengan berkata seperti itu, sang malaikat menunjukan diri. Yu Ilhan bertanya tanpa ragu.

"Apa kau ingin kupukul Angel-Noona?"

[Walaupun aku terlihat seperti ini, aku ini utusan dewa dan eksistensi lebih tinggi. Jadi aku lebih kuat dari pada yang kau pikir.]

"Kau tahu bagaiman Vale Tudo itu kan?"

Vale Tudo itu bertarung tanpa mengenal belas kasihan. Tehnik bertarung untuk membunuh lawan. Tentu saja dia baru berlatih selama 4 tahun, tapi dia tahu seberapa besar efeknya jika dilakukan pada manusia.

[Fuu. Aku yang menyarankannya padamu. Jangan risau dan kemari kau.]

"Benarkah tidak apa-apa? Kau tidak mau mengatakan permintaan yang lain setelah inikan?"

[Tentu.]

Sang malaikat memukul ringan dada besarnya dan berjanji. Yu Ilhan menatapnya dan setelah meyakinkan diri, dia berlari menuju sang malaikat dengan mata ganas.

"Rasakanlah pukulan setelah 9 tahun di isolasi!!!
Matiiilahh kaaauuuuu!!!!"

[Fuu.]

Dan dia dikalahkan dengan mudah. Si malaikat adalah bintangnya Vale Tudo.

[Kau sudah tahu sekarang? kau bisa menantangku kapanpun kau mau. Ini adalah pelayanan terbesar dari seorang malaikat!]

"Tidak......!"

Setelah dikalahkan dan babak belur seluruh tubuhnya, Yu Ilhan mengaku kalah, tapi dia tidak punya kesempatan untuk menghentikannya. Karna sang malaikat ingin membantunya agar dia bisa bertahan hidup setelah Grear Cataclysm terjadi dan setelah melihatnya latihan serius selama 9 tahun.

Dari sisi Yu Ilhan, dia tidak menerimannya, tapi bagaimanapun dia berusaha lari, dia tidak bisa kabur dari malaikat itu.

Bertarung dengan malaikat membuat tehniknya berkembang pesat. Dia tidak ingin mengakuinya, tapi pertumbuhannya terlalu luarbiasa. Dia ingin  berhenti merasakan sakit dan memukul wanita itu dengan segala cara - karna inilah dia terus menggerakan tubuhnya. Sang malaikat merasa bangga dan Yu Ilhan kesakitan. Tehnik Vale Tudo dan keahlian tombak meningkat.

Hingga 10 tahun yang dijanjikan.

Yu Ilhan mandi, dan menghias diri, melihat pada cermin. Tubuhnya kuat hingga ketitik dia sanggup melawan seekor serigala karna berlatih selama 10 tahun, tapi wajahnya masih seperti mahasiswa baru sejak 10 tahun lalu. Dua hal yang tidak serasi

"Akan bagus jika aku sedikit lebih tinggi."

[Bukannya kau akan tumbuh setelah Great Cataclysm terjadi? wajahmu sedikit mengecewakan tapi tubuhmu akan bagus jika tumbuh sedikit lebih tinggi... Hmm. Tidak buruk.]

"Apa maksudnya dengan wajahku!?"

Dia melihat kecermin. Mata yang tidak besar, alis tebal, hidung kurang mancung, bibir lembut dan pucat, begitu juga dengan kulitnya.
Dia tidak bisa mengelak kalau wajahnya memang agak kurang.
Tapi ya begitulah. Wajah yang unik didunia.

[Kamu telah melatih banyak tehnik dalam tubuhmu, jadi kau akan mudah menghadapai monster kelas rendah. Dan level up dengan cepat, dan bisa belajar mana.]

Kata sang malaikat.
Dia sedikit kecewa akan berpisah, tapi Yu Ilhan bertanya lagi padanya.

"Bagaimana caranya aku membunuh monster? bukannya kau berkata bahwa tidak bisa membunuhnya tanpa mana?"

[Itu untuk monster kelas tinggi yang tercipta dari sistem energi yang lebih tinggi, monster kelas rendah bisa dibunuh dengan senjata api atau tombak ataupun pisau dengan mudah.]

"Kau membodohiku maaallaaiikaat!!!"

[Fufufu. Aku tidak berbohong  Kau hanya tidak bertanya secara detail!]

Sang malaikat dengan bangga menyosongkan dadanya. Wanita ini,seorang wanita nakal yang membangkitkan hasrat - Dengan pikiran kacau Yu Ilhan.

Emosinya naik tapi segera tenang karna waktu telah berlalu. Pada akhirnya hal itulah yang membuatnya menjadi lebih kuat. Malaikat menyarankan jalan lain karna dia tidak bisa menggunakan mana. Ketika dia memikirkannya lagi, dia tidak seharusnya marah dan dia kembali tenang.

"Kehidupan kuliah yang biasanya tidak ada lagi kan?"

[Tentu. Kehidupan akan berubah. Masa dimana kemampuan bertarung lebih penting dari kemampuan akademik akan segera terjadi.]

"Phew."

[Ketika pertama kali melihat seseorang yang ditinggalkan, Aku berpikir langit akan segera runtuh, tapi karna kerja kerasmu, aku tidak perlu khawatir lagi. Kau bekerja keras sampai sekarang. Kau akan bisa melakukannya dengan baik dimasa yang akan datang.]

Saatnya telah tiba. Masih sama seperti 10 tahun yang lalu. Tentu saja Yu Ilhan tidak tahu berapa waktu berlalu, Malaikat yang memberitahunya.

Yu Ilhan menuju tempat yang sama. Halaman berumput didalam kampus. Tempat yang tidak dia lihat selama 10 tahun tapi tidak berubah sedikitpun.

"Terima kasih untuk segalanya Malaikat."

[Wow.]

Ini adalah pertama kalinya dia berterima kasih. Sang malaikat tidak akan menyangka dia akan berkata begitu dengan sedikit canggung. Dia tertawa, mengepakan sayapnya lalu mendekati Yu Ilhan.

[10 tahun yang menyenangkan, terimakasih.]

"Apa aku bisa bertemu denganmu lagi?"

[Yah, semua tergantung padamu.]

Sang malaikat berbicara sampai disana, dia sedikit ragu untuk berkata lagi.

[Namaku Lita.]

"Lita."

Yu Ilhan menyebut namanya seakan dia tidak ingin melupakan nama itu. Sang Malaikat, Lita, melihatnya dengan senang sebelum mengepakan sayapnya lagi.

[Aku harus pergi. Waktu di Bumi akan segera berjalan kembali, dan umat manusia kembali.]

"Hati-hati di jalan nona Lita."

Keduanya mengucapkan kata perpisahan. Lita perlahan terbang ke angkasa dan Yu Ilhan mencoba menyembunyikan kekecewaan karna berpisah dengan Lita, dan senang karna akan kembali dalam kehidupan biasanya 10 tahun yang lalu. Dia menutup mata.

Tidak ada apapun yang terjadi.

"......."

Yu Ilhan membuka matanya. Dia bisa melihat Lita sedang panik diatas langit.

"...... tolong jelaskan?"

Yu Ilhan berbicara dengan suara pelan. Lita perlahan turun ketanah dan tertawa imut dengan nada 'teehee'. Dan berbicara.

[Kupikir ada sebuah kesalahan.]

"Hei dasar kau xxxxx."

[Karna menghentikan waktu untuk alasan tertentu, tampaknya ada sedikit penyimpangan dalam sumbu waktu. Tidak masalah. Tidak akan lama, bertahanlah sampai 10 atau 20 tahun lagi.......]

"Aaaaaaaaaaaaaaargh."

Masalah waktu lagi!! Yu Ilhan sudah mulai gila sambil berguling-guling dirumput. Karna dia tahu, dia tidak akan bisa mengalahkan si Malaikat.

Yu Ilhan menenangkan diri setelah rumput menutupi tubuhnya, menatap kearah langit yang biru.

"Bagus. Cuma 10 atau 20 tahun. Aku akan menunggu."

Manusia adalah hewan yang sudah beradaptasi. Dia bisa bertahan sampai sekarang, jadi dia juga akan bisa bertahan dimasa depan - Sikap positif, satu-satunya sifat baik dalam dirinya. Dia meyakinkan dirinya sendiri.

Namun, setelah 10 tahun dan 20 tahun, Umat manusia belum juga kembali.
Dan ketika sudah 50 tahun berlalu, Yu Ilhan berhenti menghitung waktu yang sudah berlalu.

Catatan : 

Sebenarnya Lita hidup bersama dengannya.

Vale Tudo – Seni Beladiri asal Brasil. Sama dengan MMA, Bertarung tanpa aturan.


Prev | Index | Next  

2 komentar:

  1. W kok agak nggak ngerti soal dia bisa buka yutub, padahal kan di bab sebelumnya dibilang kalau internet nggak berjalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin Lita turun dan membawa Wifi sebagai hadiah dari Dewa Bwahahahahahaa

      Hapus